Berita Terkini

Pemilih Berdaulat, Demokrasi Kuat: Pesan KPU Selayar untuk Generasi Muda

Kepulauan Selayar, Benteng — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar melanjutkan program edukasi pemilih “KPU Mengajar” dengan menghadirkan materi bertajuk Pemilih yang Berdaulat di SMKN 1 Selayar, Senin (20/10). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. Program “KPU Mengajar” merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara KPU Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Melalui kerja sama ini, KPU di 24 kabupaten/kota diamanatkan untuk melaksanakan pendidikan pemilih berkelanjutan di lingkungan SMA/SMK sederajat, bekerja sama dengan cabang dinas pendidikan masing-masing wilayah. Sebagai narasumber, Ahmad S., Koordinator Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Rendatin) KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, memaparkan bahwa pemilih yang berdaulat adalah pondasi utama tegaknya demokrasi. “Pemilih yang berdaulat adalah warga negara yang menggunakan hak pilihnya secara bebas, cerdas, dan bertanggung jawab, tanpa tekanan dari pihak manapun,” ujar Ahmad. Ahmad juga menjelaskan pentingnya setiap warga negara terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan telah berusia 17 tahun atau lebih pada hari pemungutan suara. Ia menegaskan bahwa menjadi pemilih berdaulat berarti mampu menilai calon pemimpin berdasarkan rekam jejak, kapasitas, dan program kerja yang realistis, bukan karena popularitas atau imbalan sesaat. Suasana kelas berlangsung hidup dan interaktif. Para siswa antusias menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan narasumber seputar cara menjadi pemilih rasional dan berintegritas. Melalui kegiatan “KPU Mengajar”, KPU Kabupaten Kepulauan Selayar menegaskan komitmennya untuk tidak hanya meningkatkan partisipasi pemilih, tetapi juga memperkuat kualitas kesadaran politik generasi muda. Diharapkan, pelajar Selayar dapat menjadi agen perubahan yang berperan aktif menjaga kedaulatan rakyat dan menegakkan demokrasi yang kuat di masa depan.

Dari Pemilih Menjadi Penyelenggara. KPU Selayar Bangun Kesadaran Demokrasi di SMKN 1

Kepulauan Selayar, Benteng — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar melanjutkan program KPU Mengajar di SMK Negeri 1 Selayar, Jumat (17/10). Pada hari kedua ini, para siswa diajak mengenal lebih dekat lembaga-lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia. Anggota KPU Selayar, Muhamad Arsat, yang juga Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, tampil sebagai pemateri. Mengacu pada buku Wawasan Kepemiluan, Arsat menjelaskan struktur, tugas, dan wewenang lembaga yang berperan penting dalam penyelenggaraan demokrasi. Para siswa dikenalkan pada peran KPU sebagai pelaksana teknis pemilu, Bawaslu sebagai pengawas, dan DKPP sebagai penjaga kode etik penyelenggara. Arsat juga memaparkan fungsi badan ad hoc seperti PPK, PPS, dan KPPS yang menjadi garda terdepan pelaksanaan pemilu di lapangan. Tak hanya menyampaikan materi, Arsat juga mengajak siswa untuk memandang demokrasi secara lebih luas. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga integritas pemilu.   “Kami tidak hanya ingin mencetak pemilih yang cerdas, tetapi juga menumbuhkan calon penyelenggara pemilu yang berintegritas,” ujar Arsat. “Mungkin dari ruang kelas ini akan lahir ketua KPPS, anggota PPK, bahkan komisioner KPU di masa depan. Regenerasi harus disiapkan sejak dini.” Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun generasi muda yang sadar akan hak pilihnya dan siap berperan aktif dalam menjaga demokrasi.

Tingkatkan Kesadaran Demokrasi, KPU Kepulauan Selayar Luncurkan Program KPU Mengajar di SMKN 1 Selayar

Kepulauan Selayar, Benteng - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar hari ini, Kamis (16/10), secara resmi meluncurkan program edukasi pemilih bertajuk "KPU Mengajar". Kegiatan perdana ini menyasar para siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Selayar, sebagai upaya strategis untuk menanamkan wawasan kepemiluan sejak dini kepada para pemilih pemula. Acara yang berlangsung di salah satu ruang kelas SMKN 1 Selayar ini diisi dengan pemaparan materi seputar dunia kepemiluan. Tampil sebagai narasumber utama adalah Anggota KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, Mansur Sihadji, yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Hukum. Dalam paparannya, Mansur Sihadji menjelaskan secara komprehensif mengenai dasar-dasar demokrasi, pentingnya pemilihan umum sebagai pilar negara, serta peran krusial generasi muda dalam menentukan arah bangsa. Para siswa diajak untuk memahami tahapan-tahapan pemilu, jenis-jenis pemilihan, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab. "Generasi muda, khususnya siswa-siswi yang akan menjadi pemilih pemula, adalah aset demokrasi kita di masa depan," ujar Mansur Sihadji di hadapan puluhan siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias. "Melalui program 'KPU Mengajar' ini, kami ingin memastikan mereka tidak hanya tahu kapan harus mencoblos, tetapi juga paham mengapa suara mereka begitu berharga dan bagaimana menjaga integritas proses demokrasi dari informasi yang salah atau hoaks." Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Banyak siswa yang aktif bertanya seputar isu-isu praktis dalam pemilu, menunjukkan minat dan keingintahuan yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Dalam pelaksanaannya, Mansur Sihadji didampingi oleh Kepala Sub Bagian Keuangan, Umum, dan Logistik, Andi Usman beserta jajaran staf Sekretariat KPU Kabupaten Kepulauan Selayar. Kehadiran tim KPU ini menegaskan keseriusan lembaga dalam menjalankan fungsi pendidikan pemilih kepada masyarakat. Pihak SMKN 1 Selayar menyambut baik inisiatif KPU ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut. Program "KPU Mengajar" ini menjadi langkah awal dari rangkaian kegiatan serupa yang direncanakan akan menyambangi sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar, demi menciptakan ekosistem demokrasi yang sehat dan melahirkan generasi yang sadar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.    

KPU Kepulauan Selayar Gelar Rapat Pleno Rutin, Bahas Pendidikan Pemilih dan Kajian Pilkada

Kepulauan Selayar, Benteng – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar rapat pleno rutin pada Selasa (14/10) di Kantor KPU Kabupaten Kepulauan Selayar Jl. Jend.Ahmad Yani No. 12 Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua KPU, Andi Dewantara, didampingi Kepala Divisi Hukum dan Pengawasan, Mansur Sihadji, serta Sekretaris KPU, H. Ahmad Basri, dan dihadiri oleh jajaran sekretariat. Selasa (14/10/2025). Rapat pleno kali ini membahas evaluasi pelaksanaan kegiatan pekan sebelumnya serta pemantapan agenda kerja untuk pekan mendatang. Dalam arahannya, Andi Dewantara menegaskan pentingnya konsistensi dan inovasi dalam menjalankan setiap program. “Rapat pleno ini menjadi forum strategis untuk memastikan semua program berjalan sesuai rencana. Evaluasi mingguan membantu kami mengidentifikasi tantangan, sementara perencanaan yang matang memastikan program ke depan lebih efektif,” ujarnya. Fokus pada Pendidikan Pemilih dan Peningkatan Kualitas Demokrasi Salah satu topik utama yang dibahas adalah program “KPU Mengajar”, yang akan menyasar siswa SMA dan SMK di Kepulauan Selayar. Melalui program ini, KPU berupaya menanamkan kesadaran politik dan semangat berdemokrasi sejak dini di kalangan pemilih pemula. Selain itu, KPU juga tengah menyiapkan beberapa kegiatan lain, di antaranya: Podcast KPU Selayar, media komunikasi santai dan modern untuk menjangkau masyarakat luas. Coktas PDPB (Pencocokan dan Penelitian Terbatas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan), langkah proaktif menjaga akurasi data pemilih di luar tahapan pemilu. Kajian Pemilu dan Pilkada Pasca Pemilihan, evaluasi mendalam untuk menghasilkan rekomendasi strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu di masa mendatang. Rapat pleno ditutup dengan komitmen bersama seluruh jajaran KPU Kabupaten Kepulauan Selayar untuk terus memperkuat kualitas demokrasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bumi Tanadoang.

Tugas Tak Berhenti di Bilik Suara, KPU Selayar Bekali Warga Lewat Sosialisasi Pendidikan Pemilih

Benteng, KPU Selayar — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih dengan tema “Keadilan dan Inklusi Sosial Saat Pemilu dan Pasca Pemilu”, Selasa, 7 Oktober 2025, di Kantor KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, Jl. jend Ahmad Yani No. 12 Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran politik masyarakat, terutama mengenai peran penting warga negara setelah pemilu selesai. Beragam peserta hadir dalam kegiatan ini, mulai dari Perwakilan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), pemilih pemula dari Perwakilan SMA/SMK di kecamatan Benteng, hingga perwakilan komunitas marginal seperti petani, nelayan, dan ibu rumah tangga. Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Muhamad Arsat, anggota KPU Kabupaten Kepulauan Selayar. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program KPU dalam rangka pendidikan politik pasca-tahapan pemilu. “Titik krusial pemilu bukanlah saat pencoblosan, melainkan apa yang kita lakukan setelahnya. Sebagai warga negara, kita punya tanggung jawab mengawal visi, misi, dan program pemimpin terpilih,” ujar Arsat. Demokrasi dan Partisipasi Aktif Rakyat Materi pertama dibawakan oleh Yanuar Taufik, akademisi dari ITSBM Selayar. Ia mengangkat topik “Demokrasi Sebagai Nilai dan Praktik dalam Kehidupan Politik dan Sosial yang Inklusif.” Menurutnya, demokrasi bukan sekadar sistem pemerintahan, tetapi juga seperangkat nilai yang mencakup kebebasan, kesetaraan, keadilan, dan partisipasi aktif. “Mengabaikan nilai-nilai demokrasi dapat membuka ruang bagi praktik negatif seperti politik uang dan kampanye hitam. Demokrasi yang sehat mensyaratkan penghargaan terhadap keragaman serta partisipasi semua kelompok tanpa diskriminasi,” jelas Yanuar. Ia menambahkan, toleransi dan empati adalah fondasi bagi persatuan bangsa yang majemuk seperti Indonesia. Peran Masyarakat Pasca-Pemilu Materi kedua berjudul “Keadilan dan Inklusivitas Sosial Pasca Pemilu” disampaikan oleh Muhamad Arsat, Anggota KPU Selayar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM.Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat tidak berhenti di bilik suara. Menurut Arsat, ada tiga peran utama yang bisa diambil warga negara setelah pemilu: Agen Kritik – Aktif menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, terutama oleh kalangan muda dan mahasiswa. Partner Kritis – Menjadi mitra pemerintah dengan memberikan masukan dan kritik konstruktif. Agen Evaluasi Kritis – Mengevaluasi janji dan kinerja pemimpin terpilih sebagai bahan refleksi menuju pemilu berikutnya. “Masyarakat harus berani berpikir, berdiskusi, menulis, dan menyuarakan aspirasinya. Sementara bagi pemimpin terpilih, fokus utama adalah menepati janji kampanye. Kegagalan melakukannya akan berujung pada kritik, bahkan delegitimasi,” tegas Arsat.   Diskusi Interaktif dan Kritis Sesi diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Naznin Rena Salwa, siswi SMAN 1 Selayar, menanyakan perbedaan antara kesetaraan hukum dan kesetaraan kesempatan, serta bagaimana asas rahasia dalam pemilu dijamin. Narasumber menjelaskan bahwa idealnya keduanya harus setara, namun dalam praktiknya masih ada tantangan penegakan hukum. Asas rahasia sendiri dijamin karena surat suara tidak memuat identitas pemilih. Sementara itu, Supriadi, salah satu peserta perwakilan PPDI Kabupaten Kepulauan Selayar, menyoroti pentingnya transparansi rekam jejak calon pemimpin. Narasumber sepakat bahwa transparansi adalah hak pemilih agar dapat membuat keputusan secara cerdas dan tidak “membeli kucing dalam karung.” Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan masing-masing. Harapannya, pendidikan politik tidak berhenti di ruang sosialisasi, tetapi terus hidup dalam percakapan dan kesadaran warga di seluruh pelosok Kepulauan Selayar.

Ketua KPU Selayar Hadiri Sertijab dan Pisah Sambut Kepala Rutan Kelas IIB Selayar

Kepulauan Selayar - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Dewantara, menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Selayar. Acara yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan di Kantor Rutan Selayar. Selasa (7/10). Kehadiran Ketua KPU Kepulauan Selayar dalam acara seremonial ini merupakan wujud penghormatan dan penguatan sinergi antar lembaga di Kabupaten Kepulauan Selayar. Atas nama lembaga dan segenap jajaran KPU Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Dewantara menyampaikan ucapan selamat kepada pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan. "Selamat dan sukses kami ucapkan kepada Bapak Basuki Raharjo, A.Md.IP., S.H., M.H. yang telah resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Bagian Tata Usaha di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin. Terima kasih atas kerja sama yang luar biasa selama bertugas di Selayar," ujar Andi Dewantara. Ucapan selamat juga disampaikan kepada Kepala Rutan Kelas IIB Selayar yang baru dilantik. "Kami juga mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kepala Rutan Kelas IIB Selayar yang baru Bapak SOFIAN Hadi Sasmita, A.Md.IP.,S.H.,M.H. KPU Kepulauan Selayar siap melanjutkan sinergi yang telah terbangun, khususnya dalam memastikan hak konstitusional warga binaan sebagai pemilih dapat tersalurkan pada setiap agenda demokrasi," tambahnya. Acara Sertijab dan Pisah Sambut ini dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan dari berbagai instansi vertikal, Pemerintah Daerah, dan pimpinan BUMN/BUMD. Prosesi serah terima jabatan ini menandai kelanjutan kepemimpinan dan pelayanan di Rutan Kelas IIB Selayar.